
Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti Ring Pura Agung Jagat Natha, Singaraja, Kabupaten Buleleng, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Acara persembahyangan bersama dilanjutkan dengan pelepasan burung digelar secara meriah sebagai rangkaian perayaan Hari Tumpek Uye atau yang lebih dikenal sebagai Tumpek Kandang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Buleleng, serta jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng beserta perwakilan karyawan perusahaan. Acara tersebut menjadi simbol penghormatan mendalam terhadap makhluk hidup, khususnya hewan, sesuai ajaran Tri Hita Karana yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
Tumpek Kandang, yang jatuh setiap 210 hari sekali pada Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Uye dalam kalender Bali, merupakan hari suci umat Hindu untuk memuliakan hewan ternak, peliharaan, dan seluruh satwa. Tradisi ini mengimplementasikan nilai kasih sayang terhadap binatang sebagai bagian dari ciptaan Tuhan, dengan Bhatara Rare Angon (manifestasi Dewa Siwa sebagai pelindung hewan) menjadi pusat pemujaan.
Pada kesempatan tersebut, rangkaian upacara diawali dengan persembahyangan bersama di areal pura yang sakral. Para peserta, termasuk pejabat daerah dan karyawan Perumda Tirta Hita Buleleng, mempersembahkan sesaji, doa, serta penghormatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujudnya sebagai pemelihara seluruh makhluk hidup.
Puncak acara adalah pelepasan burung secara seremonial, yang melambangkan kebebasan, perdamaian, dan keseimbangan ekosistem. Burung-burung yang dilepaskan diharapkan membawa doa kebaikan serta menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan kasih terhadap sesama makhluk hidup.
Bupati Buleleng dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perumda Tirta Hita Buleleng yang turut serta dalam melestarikan tradisi budaya Bali. “Kegiatan ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga wujud komitmen kita bersama untuk menjaga harmoni alam, sebagaimana diajarkan dalam falsafah Tri Hita Karana. Mari kita terus peduli terhadap lingkungan dan makhluk hidup di sekitar kita,” ujar beliau.
Direksi Perumda Tirta Hita Buleleng menambahkan bahwa partisipasi perusahaan dalam acara ini sejalan dengan visi untuk tidak hanya menyediakan layanan air minum berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya dan lingkungan di Kabupaten Buleleng.
Acara berlangsung lancar dan khidmat, diakhiri dengan harapan agar semangat Tumpek Uye terus menginspirasi masyarakat untuk lebih menghargai dan melindungi keberadaan hewan serta alam semesta. Rahajeng Tumpek Uye, semoga harmoni selalu terjaga.
