![]()

Perumdam THB menggelar rapat koordinasi terkait rencana kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Buleleng yang bertempat di Smart Room Perumdam THB yan merupakan tindaklanjut dari MoU dengan Nomor 02/MOU/IX/THB/25, Kamis (6/11). Rapat ini dihadiri oleh jajaran Direksi Perumdam THB, tim dari PT Mustika Jimbaran Indah, serta beberapa mitra strategis seperti PT Wilo Pumps Indonesia, PT Tiga Kreasi, PKMG, dan PT Wesabara.
Rapat dipimpin oleh Direktur Teknik Perumdam THB, yang dalam sambutannya menyampaikan gambaran umum kondisi pelayanan air minum di Kabupaten Buleleng. Saat ini, sekitar 67.000 sambungan pelanggan dilayani oleh Perumdam THB, dengan komposisi penggunaan 80% sumur dalam dan 20% gravitasi mata air.
Dalam pemaparannya, Direktur Teknik menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi, khususnya terkait keterbatasan kapasitas air baku dan infrastruktur. “Kebutuhan masyarakat terus meningkat, namun penyediaan seringkali tidak sebanding, terutama karena keterbatasan finansial dalam pembangunan infrastruktur,” ungkapnya.
Selanjutnya, ia juga memaparkan potensi sumber air baku yang dapat dikembangkan, antara lain:
-
Mata Air Ambengan – 125 liter/detik
-
Mata Air Pegadungan – 175 liter/detik
-
Sumber Kalimumbul – 110 liter/detik, namun masih defisit sekitar 50 liter/detik
Selain itu, pengembangan SPAM Burana juga menjadi salah satu agenda penting. SPAM ini sebelumnya dibangun oleh APBN dan kini memasuki masa idle sebesar 200 liter/detik karena keterbatasan jaringan pipa utama. Perumdam THB berencana membangun reservoir berkapasitas 500 kubik di Tanguwisia untuk mendukung suplai ke wilayah perbatasan kota.
Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada 13 Oktober 2025, Perumdam THB telah membentuk tim kecil untuk memetakan kebutuhan kerja sama yang mencakup 22 kegiatan dengan estimasi biaya Rp109 miliar, meliputi pembangunan sumber air baku baru, peningkatan pengolahan air, overhaul pipa eksisting, dan pengembangan SPAM Burana.
Perwakilan PT Mustika Jimbaran Indah, Arthur Ronek, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Perumdam THB. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari MoU untuk memulai penyusunan Feasibility Study (FS) pengembangan SPAM di Kabupaten Buleleng.
Tim teknis PT Mustika Jimbaran Indah kemudian memaparkan studi pendahuluan yang menyoroti potensi sumber daya air yang dapat dioptimalkan serta langkah-langkah penyusunan FS yang akan mengakomodir berbagai kebutuhan jangka pendek Perumdam THB. Studi ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai strategi pengembangan SPAM untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat Buleleng.
Rapat berlangsung penuh diskusi produktif dan diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk percepatan pembangunan infrastruktur air minum di Kabupaten Buleleng.



